Tata Cara Penulisan Analisis Putusan Hakim
  1. Analisis putusan merupakan analisis terhadap putusan hakim pengadilan.
  2. Dalam melakukan analisis, analis perlu terlebih dahulu melakukan register.
  3. Proses register dilakukan dengan mengisi form yang sudah disediakan dalam aplikasi.
  4. Setelah analis melakukan register, analis akan mempunyai username dan password yang akan digunakan pada saat login.
  5. Login dilakukan dengan menuliskan username, kemudian memilih level penulis, dan menuliskan password.
  6. Hasil login terdapat tiga kolom, yaitu home page, author guidelines, dan my analiysis.
  7. Dalam kolom tersebut penulis membuka:
    • Analisis baru kolom yang perlu dipilih untuk memasukkan/mengupload analis baru;
    • Analisis dikirim kolom yang perlu dipilih untuk mengetahui apakah hasil analisis benar sudah terkirim atau tidak, dan rekam perjalanan analisisnya;
    • Analisis perbaikan kolom yang perlu dipilih untuk memperbaiki hasil analisis setelah mendapat masukan dari penyunting/reviewer;
    • Analisis published kolom yang perlu dipilih untuk melihat hasil analisis yang sudah dipublikasi oleh admin;
    • Analisis unpublish kolom yang perlu dipilih untuk melihat hasil analisis yang tidak dipublikasi oleh admin;.
  8. Setiap analisis putusan yang masuk akan melalui dua tahapan yaitu oleh penyunting dan reviewer yang merupakan pakar hukum yang telah ditunjuk KY. Hasil penilaian akhir dari reviewer akan menentukan dapat tidaknya hasil analisis diupload dalam website KY. Terhadap hasil analisis yang diupload dalam website KY, maka analisnya berhak mendapatkan honorarium.
  9. Setiap analisis putusan yang masuk hanya diberikan kesempatan sebanyak 3 (tiga) kali proses penilaian pada masing-masing tahapan, suntingan dan reviewer. Jika sampai dengan 3 (tiga) kali tahapan penilaian, maka hasil analisis tersebut belum dinyatakan dapat diterima, dan tidak dapat diupload di website KY.
  10. Analisis putusan ditulis dalam bahasa Indonesia.
  11. Sistematika analisis putusan terdiri dari:
    • Informasi putusan, berisi 1) nomor putusan dan kota/kabupaten/provinsi lokasi pengadilan; 2) area hukum; 3) nama majelis hakim; 4) tanggal dibacakan putusan; 5)*terdakwa/pihak
    • Judul, ditulis tidak lebih dari 12 kata.
    • Abstrak, disertai kata kunci 3 s.d. 5 kata. Abstrak berisi ringkasan dari isi analisis putusan.
    • Latar belakang, memuat deskripsi duduk perkara secara singkat dan identifikasi permasalahan yang muncul dari pertimbangan-pertimbangan hukum.
    • Pertimbangan hukum yang relevan dengan kasus.
    • Analisis putusan memuat lebih detail hasil dan pembahasan temuan-temuan yang berhasil diidentifikasi terkait kasus dan pertimbangan-pertimbangan hakim di dalam putusan. Untuk mempertajam analisis, maka acuan dari berbagai sumber harus digunakan. Analisis putusan harus runtut, logis, dan fokus.
    • Simpulan merupakan penyampaian singkat jawaban atas permasalahan yang menjadi pokok pembahasan dalam analisis putusan.
    • Daftar acuan merupakan publikasi yang digunakan sebagai referensi yang digunakan dalam penulisan tersebut.
  12. Penulisan kutipan menggunakan body note. Kutipan tersebut harus ditunjukkan dalam daftar acuan.
  13. Penulisan daftar acuan menggunakan aturan dari Harvard-American Psycological Association (APA).
  14. Panjang analisis putusan dibatasi 1500-3000 kata (± 5 lembar).